Temaram bersama Genggam Oleh Nasyid Syidah
Mentari di ufuk barat mulai tenggelam Kembali menampakkan indahnya temaram Namun, rasa ini masih enggan melepas genggam Rasa yang kian berontak walau teredam Meraung tak jelas dan menggeram Rasa yang kini sulit menghilang Pun tak bisa hirap bagai gemintang Berdiri sekenanya bagaikan ilalang Tak perduli akan jiwa yang kian terkekang Mencintaimu adalah bagian dari kesalahan Menginginkan dirimu pun suatu kekalahan Pula, mengaggumi adalah suatu kelemahan Pergi dan tinggalkan walau kuharus rasakan kegundahan Namun, selamanya hati ini takkan pernah berkhianat Ia kan selalu mengatakan bahwa dirinya kuat Ia pun cukup percaya diri bahwa dirinya hebat Tak melihat bagaimana dirinya semakin tersesat Bergelut dalam alunan degup jantung yang memekik Yang saban hari membuat atmaku kini tercekik Ia hanya menginginkan temu walau sepercik Temu yang walau hanya sekadar berbisik Bekasi, 23 Agustus 2019.